#1

I like a song, I download it, I listen to it a million times, then hate it.

Sering gak sih lo ngalamin yang namanya denger lagu di radio enak banget tapi gak tau judulnya? Dulu sih gue sering ngalamin kaya begitu tapi semenjak ada internet udah gak susah lah ya, tinggal liat chart di website radionya udah keliatan mana aja lagu yang kemungkinan kita denger sebelumnya tapi belum tau judulnya apa.

Kadang setelah gue download lagu itu gue mengalami fase yang “ah biasa aja nih lagu” entah karena pas dengerin pertama kali suasananya mendukung atau mungkin saat gue mendengarkan pertama kali itu udah mulai capek cari lagu yang cocok di telinga gue jadi pilihannya ya nikmatin aja.

Tapi gak jarang juga gue mengalami suka di awal dan berakhir dalam jangka waktu tertentu gue terus-terusan mendengarkan lagu itu. Gak peduli moodnya lagi ancur lebur, bahagia haleluya, suntuk parah sekalipun pasti gue bakal dengerin lagunya. Karena play count di iTunes pun udah mencapai 3 digit otomatis kita udah tau seluk beluk nih lagu dari awal sampe akhir. Bukan cuma teks lagunya aja yang kita hapal mati bahkan kadang sampe ke cara menyanyi si penyanyi pun kita sudah sangat mengenalinya atau mungkin ternyata tanpa disadari kita pun  sudah tidak asing dengan cara si penyanyi berkespresi di setiap video clip-nya.

Lalu apa yang terjadi? Setelah makin mengenali seluk beluk lagu dan si penyanyi apakah kita masih akan memilih untuk mendengarkan atau memasukkan lagu itu setidaknya ke salah satu playlist kita di iTunes? Rasanya tidak, setidaknya ini lah yang berlaku untuk gue. Karena gue mulai merasakan jenuh atas lagu tersebut biasanya gue mengatasi dengan melihat channel penyanyi-penyanyi yang meng-cover lagu tersebut di Youtube atau Soundcloud. Kadang gue terkesima dengan cara bernyanyi penyanyi-penyanyi yang ada di Youtube maupun Soundcloud yang pada akhirnya menyebabkan gue masih mendengarkan lagu itu tapi dalam suara yang berbeda.

Selesai sampai di situ?

Tidak.

Karena pada akhirnya gue akan mulai merasa bosan juga karena lagu yang gue dengarkan itu-itu saja walaupun dalam suara yang berbeda. Akhirnya sampailah pada keputusan untuk mencoret lagu tersebut di playlist iTunes baik itu dari penyanyi asli maupun penyanyi yang meng-cover lagu tersebut. Dan mulailah gue dari awal kembali yaitu mencari lagu yang akan sekiranya cocok di telinga untuk menghilangkan rasa kehilangan atas lagu yang beberapa bulan ke belakang sempat menjadi soundtrack di kehidupan gue.

Fase yang gue jabarkan di atas ternyata sangat mirip dengan fase manusia jatuh cinta….

Kita bertemu banyak orang di dalam hidup kita tapi dari sekian banyak orang yang sangat berbeda-beda baik rupa maupun sifat, ternyata ada satu orang yang mampu menarik hati kita. Tanpa ragu-ragu kita memutuskan untuk memulai pendekatan terhadap orang itu. Seperti yang gue bilang di atas, hasil dari pendekatan itu ada 2 rupa yaitu “Ah… orang ini ternyata gak semenarik yang gue kira” atau “Orang ini benar-benar cocok dengan gue”. Pendekatan yang hasilnya type pertama sudah jelas gagal. Sedangkan yang kedua? We’ll see gimana hasilnya….

2 orang itu menjalin hubungan saling mengisi satu sama lain di dalam keadaan bahagia dan terpuruk sekalipun. Kebersamaan yang ada membuat 2 orang itu saling mengenal satu sama lain secara mendalam. Tapi karena intensitas kebersamaan yang sangat berlebihan itu ternyata awal dari rasa jenuh oleh salah satu pihak. Mencarilah dia tambatan hati lain di luar sana dalam rasa yang sama tetapi berbeda bentuk.

Bahagiakah dia? Tentunya tidak. Mungkin di awal perasaan yang hadir sama seperti ketika orang itu menjalin hubungan dengan si pertama. Tapi ternyata di akhir orang itu berkesimpulan memiliki 2 orang yang rasanya sama ternyata membuat rasa jenuh itu berkali-kali lipat. Akhirnya orang ini pun memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dia dengan kedua orang itu, baik yang pertama maupun kedua. Lalu memulai petualangannya lagi mencari pengganti orang yang akan mengisi kehidupannya di level kehidupan selanjutnya.

Akhir cerita yang seperti ini menurut kalian salah pihak pertama, kedua, atau ketiga? Menurut gue gak ada yang salah sama orangnya. Jenuh itu merupakan perasaan yang manusiawi sekali, ibaratnya kita tiap hari dikasih makan lauk pauknya ayam goreng walaupun seenak apapun kita pasti jenuh dan lebih memilih untuk makan tempe (jadi lo semuaaaaa sekarang gak usah heran ya kalo orang selingkuh itu rata-rata demennya downgrade! Hahahaha).

Yang sebenarnya kita harus adalah memberi jarak yang cukup di antara kita dan partner. Me time, quality time bareng sahabat-sahabat, ngelakuin hobby yang jauh-jauh sebelum ada pacar kita udah lakukan, dll. Gue sih nyaranin begini karena sering banget liat orang pacaran di mal emang sih mereka sama-sama tapi ya itu mereka sibuk sendiri sama gadgetnya. Romantisnya? Blaaaaaassss entahlah habis sama siapa, sama yang ada di gadget mungkin. *kompor* Wuahaha. Mana tuh ngobrol sambil salah satunya ngerangkul ngusap-ngusap punggung pacarnya? Gak ada! Soalnya sekarang tangannya udah gak gatel ngusap-ngusap punggung pacar, tapi gatel balesin bbm dari pihak kiri kanan. EYM??????? Auahahahaha.

Dengerin lagu yang itu-itu aja bisa bosen kan apalagi jalan atau pergi keluar sama orang yang itu-itu aja? Pacaran kan bukan berarti terikat sama satu orang. Anjing aja marah kalo diiket di kandangnya apalagi kita yang manusia? Kita kan bukan burung dalam sangkar emas! Ini tulisan gak jelas ya dari bawa-bawa lagu terus lanjut ke ayam tempe eh makin drop  terakhir-terakhirnya nyangkut-nyangkutin anjing sama burung… :))))

Yaudah sebagai penutup saya beri satu photo laki-laki penyayang binatang khususnya anjing. Ko, jangan hanya anjingnya aja dong yang diberikan kasih sayang tapi yang disini juga boleh loh dilirik… Available. Single ready to mingle! #ahaaaaaaay *dicakaranjingnya* :))

Image

Terakhir nih beneran yang terakhir. Janji!!!! Tuh kan dese aja di atas punya anjing dua itu pasti berawal dari rasa bosan hanya mempunyai anjing cuma sebijik. Entar nih kalo dia udah bosen dan males melihara anjingnya pasti dijual deh dua-duanya…. *ditusuktrisula* Yaiyalah semua orang juga udah tau kalo udah bosen sama anjing pasti dijual, eh tapi enggak juga sih banyak kok yang tega main ditinggalin di jalan aja. Tuh kan bahkan dalam dunia binatang aja ternyata ada yang namanya “habis manis sepah dibuang” kalo udah gak suka yaudah jual aja gausah deh pake nyakitin dan bikin hati kita trauma!!!!! Gue kasih tau aja kalimat sebelum ini adalah curahan hati terdalam anjing yang terbuang….  Jadi siapa tuh yang bilang binatang gak punya perasaan kaya manusia? Ih…. bleguk siaaaa. :)))))

Oke bye. Sekian dan anti menjadi selingkuhan serta korban kekerasan dalam berpacaran.😀

Monica Krisna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s