Dancer Indonesia

Beberapa hari lalu gue iseng searching di Twitter dengan keyword “Dancer Indonesia itu”. Setelah melihat sekian banyak tweet, jujur aja gue sedih dan ngebatin “Ayo dong, kapan nih orang Indonesia bisa open minded?”. Gue emang bukan dancer (lagi) tapi gue adalah salah satu penikmat seni tari baik tarian daerah maupun modern makanya disini tuh gue pengen berbicara aja sih supaya orang-orang di Indonesia yang selama ini mempunyai pandangan rendah terhadap dancer di Indonesia lebih terbuka pikirannya. Karena orang yang pikirannya belum terbuka dalam satu atau banyak hal itu biasanya pengetahuan di bidang itu masih kurang.🙂

Hal pertama yang ingin gue luruskan adalah pemahaman kata “dancer” itu sendiri. Banyak orang yang menterjemahkan “dancer” ke Bahasa Indonesia itu adalah penari latar. Itu sebenarnya salah besar! Arti kata “dancer” yang sebenarnya adalah penari. Dan penari itu derajatnya sama rata dengan penyanyi, pelukis, dkk karena pada dasarnya mereka mempunyai satu buah kesamaan yaitu seorang pelaku seni. That’s why di luar negeri penari, penyanyi, pelukis, dkk itu diberi label yang sama yaitu “ARTIST”.

Yang kedua adalah orang Indonesia meng-kategorikan pekerjaan “dancer” itu adalah side job/freelance. I mean… orang Indonesia pada umumnya mengartikan sebuah pekerjaan itu adalah yang duduk ngejogrok di depan computer 9 to 5 check email dari dateng sampe jam istirahat bla bla bla. Nah, mindset yang seperti ini lah salah satu faktor mengapa “dancer” di Indonesia tidak dianggap sederajat dengan pelaku seni lainnya. Kenyataannya, dancer/dance crew di negara luar itu menjadikan dunia tari sebagai mata pencahariannya. Bukan cuma penyanyi aja yang bisa tour keliling dunia, bahkan dancer/dance crew dari negara luar pun bisa melakukannya. Apa aja yang mereka lakukan dalam tour? Coaching clinic dan performance.

Gak percaya? Gue akan kasih liat salah satu contoh dance crew yang melakukan tour keliling dunia. Dance crew ini menamakan dirinya, Poreotics (Popping Choreography Robotics). Mereka adalah juara ABDC (America’s Best Dance Crew) season 5, sebuah ajang pencarian dance crew terbaik di Amerika.

Udah nonton? Perubahan itu awalnya datang dari mindset kita sendiri loh. Jadi kalo mau dancer Indonesia bisa sehebat dancer luar yang dikenal dimana-mana, kalian harus ubah dulu mindset terhadap dancer Indonesia.🙂

Nah, kali ini gue akan bahas beberapa tweet yang gue capture dari Twitter :

gtyyyyyy

Dancer Indonesia dari segi kualitas gak kalah kok sama dancer dari negara luar. Kalo emang kualitasnya malu-maluin gak bakalan tuh bule-bule berbondong-bondong ke Bali buat nonton Tari Kecak, Pendet, dkk. Jangan salah, tari daerah (mau dari Bali kek, Jawa kek, Sumatera semuanya deh) itu lebih susah lho dari modern dance. Ya kalo kekeuh mau ngebandingin dari segi modern dance, yowis ‘tak kasih liat dancer Indonesia yang bagus ya…

Masih mau ngerendahin dancer Indonesia?🙂

vfdsss

Menurut gue penilaian kualitas menari dari seseorang itu bagus atau tidak bukan dari bagaimana gesture atau penampilan tubuhnya. Tapi dari penjiwaan, mimik muka, bagaimana dia membawakan sebuah choreo. Please hapus stereotype dancer Indonesia itu ngondek. Kalo emang macho itu sebuah kategori untuk memberi predikat bahwa dancer itu baru boleh dibilang keren, nih gue kasih liat salah satu dancer Agnezmo…

355c23e8552abf5575a340811b944c2f

Masih mau bilang dancer Indonesia itu semuanya ngondek?🙂

bfddd

Hmm… gue mau komentar sebenernya tapi ruwet juga ah ngeliat tweetnya.😀😀😀 Kodrat sama orientasi seksual kan 2 hal yang berbeda. Sekalipun laki-laki itu adalah (maaf) bencong itu tidak merubah kodratnya sebagai laki-laki. Laki-laki mau sukanya sama perempuan kek sama laki-laki kek tetep aja gak akan merubah statusnya sebagai seorang laki-laki. Pahami dulu deh mendingan arti kodrat itu apa. Hari gini gitu masih menilai laki-laki itu “laki-laki” apa bukan dari orientasi seksualnya? Ckck…

Yuk, ubah mindset dan hargai setiap dancer di Indonesia🙂

Monica Krisna

One thought on “Dancer Indonesia

  1. Pingback: Sedih Hati Ambo | .grow.glow.go.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s