Bully & Gay

PS: Topik tulisan kali ini diambil dari kolom search terms yang terdapat di blog ini.

Bully

Selama ini kan kita mengira kalo anak cupu aja yang sering di bully sama orang-orang di sekitarnya. Kenyataannya anak-anak yang bisa dibilang cukup “tenar” di lingkungannya pun juga mendapat perlakuan sama loh.

Gue sih berani menarik kesimpulan kaya begini karena melihat beberapa profile ask.fm anak-anak yang keberadaannya lumayan diakui oleh masyarakat. Seperti yang kita ketahui di ask.fm kan bisa anonim jadi orang-orang yang mau bermaksud untuk mem-bully orang-orang tertentu jelas dimanjakan oleh fitur tersebut.

Anonim-anonim itu menurut gue sudah melampaui batas, untuk kaum perempuannya sering sekali gue melihat mereka mendapat sebuah pertanyaan (yang sama sekali tidak pantas) yaitu “Lo masih perawan gak? Secara lo mainnya aja di Prive mulu…” atau “Lo kok bisa sih jadian sama si A? Cuma buat dipake ya?” dan untuk kaum laki-lakinya yaitu “Lo udah nidurin berapa cewe?”, “       Lo jadi cowok kok brengsek. Mainin cewe mulu mabok-mabokan. Inget woi itu dibenci Tuhan”

Ya pokoknya gitu deh.

Pokoknya mah menurut gue sekarang ask.fm jauh lebih kejam daripada Youtube. Mana tuh konsep “Only God Can Judge Us” ? Tapi yang gue salut adalah orang-orang yang dikasih pertanyaan gitu dengan santainya nanggepin “Kepo amat lu” atau “Oon deh lo ini ask fm yang mana buat bertanya bukan judge.fm yang bikin lo boleh judge kita seenak jidat”. Untung ya mereka kuat, I mean… banyak kan kasus anak-anak yang di bully berujung mereka memilih untuk bunuh diri.

Bencong di Bully

Mari kita ralat kata bencong dengan gay.🙂 Kenapa sik kayanya gay itu dijadikan sebuah bahan olok-olokan? Berbeda itu kan indah, terus kenapa ya musti dipermasalahkan?

Banyak sekali hal-hal mengenai kaum gay yang masyarakat belum paham betul, beberapa di antaranya :

Kaum gay adalah orang yang mengidap “sakit’.

>> Orientasi Gay atau Homoseksual sudah dikeluarkan dari gangguan jiwa menurut WHO tahun 1990 dan PPDGJ No 2 tahun 1980.

Gay adalah sebuah pilihan hidup seseorang.

>> Homosexuality isn’t a choice. Discrimination is.

LGBT menular, yang bergaul dengan kaum LGBT akan tertular menjadi kaum LGBT.

>> Orientasi seksual bukanah sebuah penyakit, sehingga tidak akan menular.

Gue punya capture salah satu anak remaja (usia 16 tahun) yang sudah coming out ke seluruh keluarganya dan teman-temannya bahwa dia adalah seorang gay. Kemudian banyak orang yang berusaha menjatuhkan mental dia di social media dengan memberika komentar-komentar yang sangat “pedas” contohnya seperti “Dasar cowo homo! Terbuang dari segala agama yang ada. Penghuni neraka lo!” dan dengan santainya anak ini menanggapi dengan “Ahay, paham amat kayanya. Terima kasih ya kamu pasti orang yg religius :D”. Setelah banyak komentar-komentar negative yang datang, muncul sebuah pertanyaan di ask.fm-nya seperti di bawah ini…

Gay

Klik aja supaya jelas!

Hebat ya anak umur 16 tahun sudah bisa berpikir seperti ini?🙂

LGBT

Bulan Mei kemarin tepatnya di tanggal 17 Mei adalah hari international melawan homophobia dan transphobia. Maka dari itu ketika tanggal 17 Mei semua user Twitter baik yang memang kaum LGBT maupun Straight tetapi mendukung adanya kesetaraan beramai-ramai men-tweet dengan hashtag #IDtanpahomofobia. Beberapa di antaranya :

Karena semua makhluk berhak hidup sejajar. Earth’s a better place without hating one another #IDtanpahomofobia – @RiriRustam

Punya teman gay/kolega gay yang baik2. Orang baik/jahat tidak mengenal orientasi seks #IDtanpahomofobia – @newsplatter

Phobias are defined as “irrational fear”. I think fear of anyone just because they love someone of same sex is irrational. – @gajahmawar

LGBT people are only responsible for transmitting the thought and realization that love is love all the same #IDtanpahomofobia – @ichaluisa

I’m straight but I’m not narrow and I’m proud to be a friend! Hugs to all my fabulous gay friends #IDtanpahomofobia – @chroniclea3

(1)Supporting LGBTs and #IDtanpahomofobia doesn’t make you gay. It makes you human.(2)Stop homofobia! Man or women, straights or LGBTs shoud share the equal rights in the name humanity. – @ban_daa

Kenapa benci LGBT? Takut disosor? Begini, seperti halnya heteroseksual LGBT pun punya selera #kalem #IDtanpahomofobia – @NDIGUN

Mereka yang lo bilang banci, bukan banci. It takes balls to come out. #IDtanpahomofobia – @bittentaco

It’s ironic how people have to hide to love while hatred is accepted gladly as daily routine #IDtanpahomofobia – @antriapansy

None of my friends became LGBT after I came out. Homosexuality isn’t a disease, it isn’t something you’re supposed to cure #IDtanpahomofobia – @einedame

Semoga bukan hanya pada tanggal 17 Mei kemarin aja kita semua semangat memperjuangkan kesetaraan antar setiap manusia, tetapi bisa terus berlangsung sampai kesetaraan itu diakui oleh pemerintah dan semua masyarakat Indonesia🙂

Stigma : Gay = Seks

Kali ini penjelasan saya ambil dari tweet @nickynmita untuk meluruskan stigma tersebut yang selama ini dipercayai masyarakat Indonesia.

Saya sering sekali dengar pertanyaan bahwa gay itu kerjaannya ML melulu. Gak bisa bertahan dalam percintaan. Kalian setuju?

Salah satu faktor pendorong homophobia adalah faktor jijik yang biasanya muncul dari membayangkan kehidupan seksual gay.

“Gay? Ih Jijik” Komentar yang sering saya dengar. Mungkin karena setiap kali kata gay disebut yang terbesit di benak adalah seks anal.

Kehidupan gay itu nggak cuma soal seks anal kok. Gay juga kerja. Punya keluarga. Punya kehidupan sosial. Olahraga dll.

Gay kerjaannya having sex mulu? Ajegile. Even prostitutes have holidays. Shees.

Gak lah. Gays “kerjanya” bukan seks. Ada yang pilot. Ada yang chef. Ada yang fashion designer. Ada yang politisi. Ada juga musisi. Macem-macem kok.

Inilah mengapa saya berharap lebih banyak lagi gays yang come out. Untuk memberikan contoh. Kita gay, tapi hidup biasa aja tuh.

Selama ini gambaran yang ada tentang kehidupan gay sangatlah sempit, hanya berkutat di sekitar seks dan penyakit. Enough of that.

For some of us who can come out, let us come out. Show your brothers and sisters it’s ok out here.

Kawan-kawan yang ingin come out tapi masih takut kehilangan teman-temannya, santai aja lagi. It doesn’t have to always end up bad.

Kenapa saya menulis posting seperti ini? Agar setiap kali ada orang yang searching tentang kaum LGBT di google paling tidak apabila end up-nya click blog saya, mereka bisa mendapatkan informasi yang minimal bisa menjawab pertanyaan mereka seperti apakah gay itu menular atau apakah kegiatan yang di lakukan gay. Karena saya pernah mencoba mengetikkan di kolom search google dengan kata “Gay”, dan yang muncul seperti ini…

6

Artinya apa?

Di dunia maya lebih banyak konten negatif tentang kaum LGBT dibandingkan dengan konten positif. Maka dari itu sedikit demi sedikit saya mencoba membuat konten positif tentang kaum Gay, mungkin terlihat sangat ‘percuma’. Tapi saya percaya perubahan itu akan ada apabila kita terus bergerak ke arah sana.🙂

Btw, untuk kaum LGBT di Twitter terdapat beberapa account yang edukatif dan tidak melulu membahas selangkangan saja yaitu @nickynmita , @GayAndGoodID , @KonsulGay .

Monica Krisna

2 thoughts on “Bully & Gay

  1. gay mmng kerjanya gak cuma seks.. ya iyalah.. dan harapan kamu bagus yaitu lbh bnyk gay yg out dan hidup dg cara biasa.. tapi gak bisa dihindari bahwa mereka sangat sexual oriented.. gay yang nampang di social media termasuk gay apps cenderung mencari seks.. yg nyari pertemanan biasanya krn dia belum/gak punya teman2 gay yg asik.. lihat saja kecenderungan mereka yg makin banyak yg suka ngegym, body bagus sudah menjadi tuntutan.. penampilan juga sangat penting buat mereka.. body dan penampilan tidak mengarah ke seks? oh come on.. yg gampang gini aja.. mereka pernah gak ngadakan Gay Pride dg berpakaian sopan.. apa yg ada di pikiran straight melihat Gay Pride?

    kalau saya sih pengennya mereka tampil lebih wajar sehingga straight gak risih apalagi menghindar. tapi keinginan gini spt mimpi, gak akan mereka mau begitu.. jadi ya gitu deh situasinya.. gay mau straight mengubah pandangan ttg mereka, tapi gay sendiri gak mau berubah.. ya gimana??

    untuk info: aku gay udah mletek sejak sekitar 15 th, dg teman dekat gay sekitar 8 orang, udah kenyang dg segala tetek bengek gay.

    • sebelumnya, makasih ya udah mau mampir baca blog ini🙂 well, kalo menurut aku tampilan kaum gay di Indonesia/negara lain tidak perlu dirubah sekalipun itu tidak sama dengan kaum straight. Kenapa? Kenyataannya memang kaum gay berbeda tapi yang mereka ingin adalah perubahan bagaimana orang di luar menyikapinya. Banyak orang yang di luar sana lebih suka menghakimi orang-orang yang berbeda dengannya, baik itu agama ras orientasi seksual dll. Tujuannya apa? Gak ngerti. Padahal teorinya kita tahu, manusia diciptakan berbeda-beda dan menyikapi itu seharusnya kita saling menghargai sehingga bisa hidup berdampingan secara damai.🙂 kalo menurut sku sih gitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s