Sancay!

tt

Kemarin buka Kompasiana yang atas bawah kanan kirinya udah dipenuhi oleh….iklan Gita Wirjawan. Walopun genggeus dimaafkan lah soalnya Pak Gita boleh lha dikasih 8 dari 10 untuk ukuran bapak-bapak ya! Hihihi. Coba deh kalian ikutan baca apa yang gue baca kemarin, gue bakalan copas :

Satu kata untuk para kaum Gay, Laknat dan Biadab!

Betapa tidak, kaum ini adalah sebuah phobia bagi semua orang dan penyakit yang sangat-sangat menakutkan dan ekstrim, gay itu sangat berbahaya bagi diri sendiri, masyarakat, dan generasi yang akan datang, gay adalah sebuah pilihan dan kebiasaan yang sebenarnya bisa dirubah dan ditinggalkan namun, banyak manusia-manusia gay yang menikmati dan terlena hingga kebiasaan buruk ini susah untuk ditinggalkan.

Saya tersentak dengan cerita teman satu klub badminton yang jauh lebih tua dari saya, sebut saja namanya “Putra”, putra pria berumur sekitar 38 tahunan ini sudah menikah selama enam belas tahun dan dikaruniai tiga orang anak, yang paling tua sudah menginjak bangku sekolah SMA, setelah sekian lama saya berteman dengan putra saya tidak mengetahui dia adalah seorang gay, penampilannya yang seperti laki-laki umumnya (gak kemayu, gak gaya yang metroseksual), beristri, berumahtangga, dan mempunyai anak semakin menegaskan bahwa dia adalah laki-laki normal namun dibalik itu tersimpan rahasia yang sangat memalukan bahwa dia adalah seorang “GAY”.

Awal saya tau dia seorang gay berawal beberapa bulan yang lalu, semua berawal dari perubahan sikapnya yang sangat drastis, putra adalah salah satu anggota kelompok badminton saya yang sangat disegani dan ditakuti lawan-lawannya, smashnya yang tajam, dropshot nya yang mematikan, dan lob-lob panjang bolanya menjadikan dia pemain sempurna yang sulit untuk ditaklukkan, putra adalah salah satu anggota yang paling rajin datang diantara para anggota lainnya, namun beberapa bulan belakangan di berubah, jarang datang dan permainannyapun berubah drastis, tidak ada smash dan rally-rally panjang dari putra, dia kelihatan murung.

Setelah beberapa hari melihat dia berubah sikap akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya apa masalah yang dihadapinya, pada awalnya dia tidak mau cerita dan setelah beberapa hari akhirnya putra menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.

Saya kaget bukan kepalang ketika statement awalnya kepada saya bahwa dia adalah seorang “GAY” owwwwwwwwwwwwhhhh my god!!!, saya hanya diam, dia meneritakan masalahnya dan ternyata dia baru putus dengan BF (pacar sesama lelaki kaum gay), dia mempunyai pacar yang masih muda sekitar 23 tahunan yang notabenenya adalah orang cina, dia udah tinggal serumah dengan pacarnya itu selama tiga tahun!!!! sungguh keterlaluan!!, dan yang lebih parahnya lagi pacarnya itu serumah dengan istri dan anak-anaknya dengan dalih pacarnya itu ngekos disalah satu ruang atas yang tidak terpakai. sungguh perbuatan biadab!!! kasian banget istri dan anak-anaknya.

Dia menceritakan panjang lebar hubungannya selama tiga tahun dengan pacaranya itu, walau serumah tapi istri dan anak-anaknya tidak pernah mencurigai perihal modus yang dilakukan putra ini, putra dan pacarnya sungguh pandai menjaga sikap hingga perbuatan busuknya tidak terbongkar, dan satu hal yang mengelitik saya ketika dia bercerita adalah hubungan intim yang mereka lakukan, putra bercerita bahwa dia dan pacar gaynya itu adalah hyper sex, terkadang tiap malam mereka melakukan hubungan layaknya suami istri dan yang lebih parahnya ketika istri dan anak-anaknya tidak dirumah mereka bisa berhubungan badan sampai tiga kali sehari!!!, saya bertanya apakah istrinya tidak dipenuhi kebutuhan biologisnya? putra berdalih nafsu istrinya sudah menurun drastis karena sudah 3 kali melakukan operasi caesar.

Putra bercerita, selama menjalin hubungan haram tersebut dialah yang membiayai semua keperluan pacarnya, mulai dari uang bensin, uang kuliah, makan, hingga tiket mudik pacarnya itu pun dia yang beli, sumpah jijik banget dengernya!!!!! mending dikasih ke istri atau anak-anak.

Puncak permasalahan yang dialami putra terjadi ketika pacarnya meninggalkan dia karena udah dapat pacar baru, pacarnya pindah kos dan hidup dengan pacar barunya yang ternyata pacar barunya mantan pacar putra ini juga sudah berkeluarga! sumpah sungguh keji dan biadab banget gay ini!

Putra mengakui selama tiga tahun ini dia lebih mencintai dan menyayangi pacar gaynya daripada anak dan istrinya sendiri.

Sungguh saya tidak habis pikir dengan putra dan mantan pacarnya, putra sungguh seorang bapak dan suami yang biadab dan yang juga sangat biadab adalah pacarnya yang cina tadi, kok mau aja jadi simpanan gay gitu? udah mahasiswa tapi kok otaknya gak lebih pintar dari seekor monyet.

Kaum gay tak akan diterima dibelahan dunia manapun dan dengan alasan apapun, gay itu ancaman kehancuran, biadab para manusia gay dan orang-orang yang membela para kaum gay! musnahkan gay dari dunia ini.

-Ncumaipan

YAOLOOOOH!!!! Sehat pak? Sini deh pak saya aduk-aduk dulu ya otak bapak biar lancar dikit mikirnya? Hih.

Di kalimat pertama aja Bapak Ncumaipan udah salah bilangnya “Satu kata untuk para kaum Gay, Laknat dan Biadab”. Laknat dan Biadab kan terdiri dari 2 buah kata. Kalo satu kata yang tepat untuk menggambarkan kaum gay itu adalah FABULOUS. Oke pak? Gak percaya juga?! *selepet-pake-loubie*

Masih ada aja nih yang nganggep gay itu sebuah penyakit dan berbahaya? Udah mau 2014 loh… Menurut saya sih lebih berbahaya laki-laki straight yang menyebarkan cerita temannya sendiri di dunia maya apalagi cerita temannya menyangkut kehidupan pribadinya. Gak kesampean ya pak ngerumpi sama ibu-ibu di depan gerobak sayur tiap pagi makanya sampe ember di dunia maya? Bapak bilang “banyak manusia-manusia gay yang menikmati dan terlena hingga kebiasaan buruk ini susah untuk ditinggalkan”, duh pak…. menikmatinya itu dimana ya? Gak tau apa ya banyak kaum Gay yang bunuh diri karena udah gak tahan lagi di bully dengan latar belakang orang-orang di sekitarnya menghina orientasi seksualnya? Sejak kapan ya diteriakin temen-temen sendiri (ketika masa sekolah) misalnya “Bencong!” “Homo!” “Banci” itu nikmat?

Cerita yang dituliskan oleh Bapak Ncumaipan amat sangat merusak image kaum Gay. Kenapa? YA KARENA YANG DICERITAIN BUKAN KEHIDUPAN KAUM GAY MELAINKAN GADUN & KUCING!  Cerita di atas sama sekali tidak mencerminkan hubungan (pacaran) satu gay dengan satu gay lainnya melainkan seorang gadun yang memelihara kucing. Dijelaskan di atas bahwa Putra (temannya Bapak Ncumaipan) membiayai semua keperluan pacarnya mulai dari uang bensin, yang kuliah, uang makan, dll.

Tidak semua gay bermental seperti “kucing”. Banyak kok di luar sana yang peres keringet puter otak muntah darah kerja yang bener buat membiayai kehidupannya plus ngebantuin keuangan keluarganya. Dan gak semua gay mau berhubungan sama laki-laki yang udah beristri, beristri aja udah menyentuh segitiga bermuda apalagi sama yang udah punya 3 orang anak? Kaya gak ada laki-laki lain aja di dunia ini. Satu-satunya yang berani dan mau ngelakuin hal di atas ya “kucing”.

Kaum Gay tidak akan diterima di belahan dunia manapun? Kenyataannya sudah banyak negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis dan sampai sekarang negaranya tidak terancam kehancuran sedikitpun. Sampai sekarang saya tidak mengerti mengapa kaum gay dicap biadab? Dimananya? Coba jelaskan.

Oh ya satu lagi menanggapi Bapak Ncumaipan yang mengatakan “setelah sekian lama saya berteman dengan putra saya tidak mengetahui dia adalah seorang gay, penampilannya yang seperti laki-laki umumnya (gak kemayu, gak gaya yang metroseksual), beristri, berumahtangga, dan mempunyai anak semakin menegaskan bahwa dia adalah laki-laki normal namun dibalik itu tersimpan rahasia yang sangat memalukan bahwa dia adalah seorang ‘GAY’”, tidak semua gay berpenampilan kemayu. Kalaupun beberapa orang di lingkungannya telihat sisi femininnya lebih menonjol, apa itu salah? Apa itu menganggu?

Kalau ukuran seseorang itu gay atau tidak dilihat dari beristri atau tidak kenyataannya banyak lho gay yang akhirnya memilih untuK menikah, banyak alasan yang melatar belakangi salah satunya adalah tuntutan orang tua. Banyak yang bilang menikah itu ibadah. Pertanyaan saya, apakah melakukan ibadah itu boleh atas desakkan orang lain? Sekalipun seorang Gay menikah itu tidak akan merubah jati dirinya sebagai seorang gay, karena Gay bukanlah sebuah pilihan / penyakit. Siapa sih yang mau menjadi berbeda diantara semua orang yang belum bisa menghargai perbedaan setiap individu lainnya? Menurut saya yang menjadi pilihan untuk kaum Gay itu adalah apakah sesudah menikah masih mau kembali menjalin hubungan dengan sesama jenis atau teguh pada janji pernikahan yang sudah diucapkan. Sekalipun itu sebuah pilihan tidak semua gay yang sudah menikah dengan seenak jidat menjalin hubungan sesama jenis di luar sana, masih ada kok di luar sana yang ingin menjaga janji kepada istrinya.

Terlepas itu pilihan atau bukan, kita sebagai teman dan sepenuhnya sadar bahwa sama-sama manusia tidak berhak mencampuri privasi orang lain. Bersyukurlah ketika seseorang menceritakan cerita kehidupannya kepada anda, berarti anda dianggap sebagai orang yang bisa dipercaya. Apakah sebuah rasa kepercayaan yang sudah orang taruh ke anda pantas dibalas dengan menyebarkan ceritanya ke dunia maya?

Cobalah berpikir lebih terbuka bahwa perbedaan itu ada untuk saling melengkapi bukannya dipakai sebagai alasan untuk saling membenci🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s