SUKA SUKA UYA

d60ed3d6e6d9018186eeeb64288524ca

tvguide.co.id

Duh, gue kok gatel ya comment acara ini? Kenapa gak komentar tentang YKS? Inget, gue orangnya mainstream tapi gak mau terlalu kelihatan mainstream! Alias bakal ngomongin type acara yang sama tapi konsepnya beda. Di balik kebodohan akik di bidang akademis ternyata gue orangnya kreatif juga yah? *HOEEEEK* :))

Sebenernya gue gak benci Uya sih, beneran deh soalnya di balik ke gengges-an dese itu banyak ide-ide original yang muncul dari dirinya. Contoh? Semua anggota keluarganya di orbitin. Plok Plok Plok. Kalo lo sekarang benci si artis A orbitin adeknya atau si artis B orbitin sepupunya, ini tuh semua salah Uya Kuya! Dese adalah pelopor artis yang ngorbitin anggota keluarganya jadi artis. Ya kan? Hahaha.

Walaupun ide-idenya original tetep aja menurut gue acara dese semua…. Genggeus! Makin genggeus ketika gue tau acaranya laku! *sirik* Hahaha Nah sekarang salah satu acaranya yang laku ya… SUKA SUKA UYA, yang mana taglinenya jauh lebih genggeus daripada ngeliat si Uya pake polo shirt tapi kerahnya dinaikkin! Mau tau apa taglinenya? “Kamuuu penasaran? Samaaaaa…. Saya jugaaaaaakkk!!!” Catet, yang ngomong ini bukan Uya nya aja melainkan cohostnya pun ikutan, antara lain Jeremy Teti dan Ciripa. OH.MAY.GAD. *brb-ngecor-kuping-pake-adonan-aspal*

Di tahun 2014 ini semua orang kayanya kan udah tau ya yang namanya Uya bisa ngehipnotis itu pereus abis. Pokoknya kalo masih ada yang percaya Uya bisa hipnotis orang antara nih orang emang lugu atau lebih goblok daripada Monce. :)) Makanya di acara Suka Suka Uya ini dia menekankan bahwa si narasumber bukan dihipnotis melainkan dibuat rileks.

Sebagai Taurus Shio Anjing Duta Observasi Wilayah Jakarta Barat gue penasaran dong “Dibikin rileks gimana sih?” setau akik yang namanya rileks buat bercerita kan berdua sama temen/orang yang paling lo percaya sebagai tempat mencurahkan segala unek-unek dan masalah apa yang sedang lo alami. Lha ini acara? Selain ditonton host dan penonton bayaran tentunya bakal ditonton seluruh masyrakat Indonesia yang mempunyai TV. Singkatnya, masalah lo jadi konsumsi public. Ini yang dinamain rileks? Oh ya…. Mungkin bener. Secara ada theme songnya juga kan “Relax…. Take it easy….”😛

Mau gak mau akhirnya gue tonton kan satu episode Suka Suka Uya demi mendalami apa sih yang sebenarnya Uya hadirkan di acara ini. Gue udah lupa siapa waktu itu artis yang dijadiin narasumber, tapi selagi artis itu bercerita ditayangkan sebuah tulisan kecil namun masih dalam jangkauan pandangan penonton. Tau gak tulisannya apa? Kurang lebih begini “Narasumber dalam keadaan rileks, sadar, dan bersedia untuk ceritanya ditayangkan”.

HAAAAAAAHHHHHH!!! *matiin-tv* Kenapa acara yang kaya gini ratingnya bisa banyak? Kenapa di luar sana masih banyak orang lugu dan nonton acara ini? Btw, lugu itu bahasa halusnya. Bahasa sehari-hari? Goblok. Dan kalo kata guru design grafis gue dulu itu….. idiota!

Alasan gue bilang kaya gitu?

Gini ya, di acara Suka Suka Uya si narasumber “dibilangnya” dibikin rileks sebelum dese bercerita yang mana kondisi rileks itu ternyata setelah gue liat adalah gak jauh beda sama kondisi orang terhipnotis ala-ala seperti acara dia yang sebelumnya. Alias duduk merem di kursi. Bedanya? Ya itu tadi, narasumber dalam keadaan sadar dan bisa mengendalikan apa yang ia mau ceritakan dan apa yang tidak. Yang bikin gue murka adalah….

KALO EMANG NARASUMBERNYA SADAR NGAPAIN PAKE DIBIKIN PURA-PURA MEREM SEGALA BADAN BELAGAK TIDUR MALIHHHHH?!?!

0

article.wn.com

*culek-matanya-pake-setrikaan*

Jika dari awal niatnya mau ngorek-ngorek “daleman” si Narasumber banyak kok acara yang gak pake dibuat pura-pura merem bisa tetep bikin si Narasumber bercerita. Ya kan? Do’oh… Gak paham lagi akik kenapa nih acara banyak yang tonton.

Pak Hary Tanoe tolong ya sebelum mencoba “Bersih, Peduli, Tegas” dengan masyarakat Indonesia dan negara ini, akan lebih baik anda mencoba membersihkan acara-acara yang tidak berbobot dan berfaedah di seluruh stasiun TV yang anda punya. Bagaimana cara membersihkannya? Cobalah untuk peduli dengan apa yang pantas menjadi hiburan masyarakat Indonesia sehingga jika anda sudah tahu benar apa yang pantas dan tidak dikonsumsi masyarakat, sebagai pimpinan anda bisa bersikap tegas terhadap seluruh team creative agar tidak menghadirkan sebuah acara hiburan yang bersifat demikian.

Monica Krisna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s