Memaafkan

Berita Zaman Sekarang…

… MEMBUAT AKIK MAKIN TAKUT DAN SELEKTIF DALAM MEMILIH TEMAN DAN PARTNER!

Gue shock banget denger anak umur 19 tahun (di bawah gue setahun) ngebunuh mantannya sama pacarnya yang sekarang. Ribet? Sama, gue juga gak ngerti awalnya sampe tau kalo ini dilatar belakangi cinta segitiga. Si korban (mantannya pelaku) disetrum berjam-jam dan mulutnya disumpel kertas koran sampe meninggal.

Pas liat muka si pelaku gue udah emosik banget kan, eh sehabis photonya muncul ada wawancara sama bapaknya si korban dong. Tau gak bapaknya bilang apa? “Saya sudah mengampuni pelaku karena itu lah yang selalu diajari dalam agama saya. Masalah ini saya serahkan saja ke pihak berwajib tentunya pelaku harus menanggung konsekuensinya, tapi selebih itu saya sudah mengampuninya…” ASTAFIRULOOOOOH! Air mata udah mau netes loh…

Anak lo dibunuh dan lo mengampuni pembunuhnya? Kebayang gak hatinya terbuat dari apa? Lebih edannya lagi beberapa hari kemudian gue baru tahu si korban ini adalah anak tunggal.😥

😥😥

Sepertinya (CMIIW) keluarga korban ini berlatar belakang agama Katolik dilihat dari prosesi pemakaman korban dan kalimat yang dilontarkan oleh orang tua korban. Gara-gara denger si bapak berkata seperti itu, gue langsung inget sama doa Bapa Kami yang selalu gue lafalkan dulu ketika masih sekolah :

Bapa kami yang ada di surga

Dimuliakanlah nama-Mu

Datanglah kerajaan-Mu

Di atas bumi seperti di dalam surga

Berilah kami rezeki pada hari ini

Dan ampunilah kesalahan kami

Seperti kami pun mengampuni

Yang bersalah kepada kami

Dan janganlah masukkan kami

Ke dalam pencobaan

Tetapi bebaskan kami dari yang jahat

Kadang gue suka bertanya, kenapa ya orang sebaik mereka malah diberikan jalan kehidupan yang berat seperti ini? Kenapa gue bisa menyimpulkan mereka baik? Gue lihat berkali-kali dan di setiap acara berita berbeda apa yang dikatakan orang tua korban itu sama, ekspresi tenang (gak ada tangisan, gak ada volume suara meninggi apalagi kalimat sumpah serapah) dan mengatakan bahwa mereka sudah merelakan anaknya serta mengampuni pelaku. Bahkan beberapa acara berita mewawancarai tetangga-tetangga korban yang mana sebagian besar yang diwawancarai itu… bapak-bapak dan mereka nangis aja loh. :’(((( Bapak-bapak yang mana hatinya sekeras batu aja nangis dan merasa kehilangan. Kebayang gak sih bok si korban ini di kesehariannya gimana sampe semua orang ngerasa kehilangan?

Setelah melihat dan mendengar orang tua korban seperti itu, gue jadi merasa “tersentil”. Si Bapak yang anak satu-satunya dibunuh secara sadis aja bisa memaafkan pelaku, kenapa gue gak bisa memaafkan oknum a be ce de zet yang melakukan kesalahan yang sungguh gak ada bandingannya sama kasus ini?

BiIwvYCCMAE0uot

Ade Sara (Korban)

BiL7v3MCMAAIc0R

Mungkin Tuhan di balik semua kejadian ini ingin mengajarkan kepada kita akan sebuah hal yang namanya, memaafkan dan pengampunan. Gue yakin kok setelah kasus ini banyak masyarakat yang menonton dan tersadarkan oleh kata-kata si Bapak. Semoga keluarga diberikan kekuatan untuk menjalani semua cobaan ini dan untuk korban diberikan tempat yang pantas dan layak di kehidupan selanjutnya. Amin.

Monica Krisna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s