Quick Count Pilpres 9 Juli

BsFtV67CYAArucv

Sebagai salah satu orang yang kepercayaannya gampang sekali pudar dan tidak mudah percaya (TAURUS NYET AH! :P) gue jujur saja melihat quick count di semua stasiun televisi dengan catatan yang bukan milik Hary Tanoe, Aburizal Bakrie, even kepunyaan Surya Paloh yang memang mendukung Joko Widodo gue pun ogah. Kenapa? Karena gue tahu hasil quick count dari lembaga yang ditunjuk kemungkinan kredibilitasnya tidak bisa dipercaya karena adanya keberpihakan kepada salah satu calon. DAN BENER AJEEEEEE KAN KEJADIAAAAAN!!!

Coba dalam sejarah Pemilu, gimana bisa hasil quick count satu dan lainnya bisa berbeda padahal metode penghitungan dan apa yang dihitung sama?! Cuma di Indonesia. Tapi balik lagi, gue merasa beruntung deh sebagai salah satu masyarakat yang udah “melek” sama dunia beginian makanya udah paling bener nonton quick count versi Kompas / Net. TV. Karena gue rasa Kompas gak mungkin memberikan hasil quick count yang salah/memihak ke satu kubu, kenapa? COOOOONGGGG, ITU NAMANYA MEMPERTARUHKAN KREDIBILITAS LEMBAGA SENDIRI!!! Percayalah, lembaga quick countย yang memberikan hasil tidak sesuai dengan apa yang ada di lapangan itu menggali lubang kuburannya sendiri.

Seperti yang kalian tahu bokap dan nyokap gue pendukung Prabowo, di awal bokap gue sempet ikutan denial kalo Prabowo udah kalah dari Jokowi karena hasil survey yang berbeda-beda. D’oh ini kenapa denial-nya nular ke semua pendukungnya yah?๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† Tapi gue bilang “Ya terserah mau percaya Prabowo yang kalah apa enggak, tapi nonton nih Net. Tv liat deh mereka tampilin berapa presentase di setiap provinsi.. Jangan nonton TV yang berpihak ke salah satu capres (baik Prabowo atau Jokowi) karena hasilnya enggak netral…” HABIS ITU BARU LAH DESE PERCAYAAAAA!!! Soalnya dese udah real liat sendiri Prabowo cuma menang dari Jokowi di Jawa Barat, Aceh, Sumatera Barat, Palembang, dll yang mana kalo dibandingin sama Jokowi ya kalah telak.

Bapak gue udah terima nasib kalo capres yang didukungnya kalah (walaupun dese kagak nyoblos juga sik secara TNI) dan justru malah komentar “Ini Hary Tanoe sama Aburizal Bakrie gimana sih stasiun TV nya enggak netral? Mereka gak tahu apa yah bikin hasil yang berbeda kaya gini bisa memicu keributan?!” Tuh, jadilah pendukung seperti bapak gue yeeee… gak fanatik-fanatik amat! Hahaha.

Kenapa bokap gue bisa dengan begitu mudahnya menerima kekalahan Prabowo?

Cong! Kalo lo nonton Kompas/NET. TV yang menampilkan hasil quick count dari lembaga-lembaga yang kredibilitasnya sudah diakui, perbedaan suara kurang lebih ada di angka 5%. Anggaplah 200 juta orang Indonesia nyoblos semua tanggal 9 Juli. 5% dari 200 juta suara itu berarti 10 juta suara loh. Itu gak sedikit. 10 juta suara itu ibarat kasarnya kaya suara dari seluruh penduduk Jakarta. Bedanya segitu banyak, masih berharap menang? Antara lo ngelawak atau halu beda-beda tipis sik emang. Bapak gue aja ketawa-ketawa pas liat deklarasi Prabowo! Hahaha.

Kenapa gue yakin Jokowi yang mememangi Piplres 9 Juli?

Karena 7 dari 11 lembaga quick count yang menghitung cepat hasil Pilpres di tanggal 9 Juli menyatakan Jokowi JK unggul dari Prabowo. Selain itu, beberapa pakar pun menyatakan bahwa quick count ini sudah berumur ratusan tahun sehingga metode yang dipakai sudah terjamin akurat. Apabila nantinya ada perbedaan hasil antara KPU dan lembaga quick count itu hanya berkisar nol koma sekian persen.ย PEGIMANEEEE AKIK KAGAK YAKIN?๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Selain memantau quick count di berbagai stasiun TV yang TERPERCAYA #penting, gue pun memantau apa yang terjadi di social media :

Noh! Buat orang-orang yang percaya sama black campaign yang selama ini beredar kalo Jokowi itu Tionghoa dan Kristen๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Sebagai salah satu anggota dari Perkumpulan Perempuan Berhati Sehalus Sutra gue pun ikut nangis liat deklarasi Jokowi! Hihihi

Pak Fauzi Bowo aja paham masa Pak Prabowo tidak? Tidak paham sama pura-pura tidak paham dalam kondisi seperti ini beda-beda tipis sik๐Ÿ˜›

๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Maklumi perbedaan deh kita sebagai warga negara Indonesia yang baik๐Ÿ˜›

YAOLIIIIH, JAGA KESEHATAN PAK! Ingat kesehatan nomor satu, Presiden 2014-2019 nomor dua! #teteup

(((KESURUPAN SUHARTO)))๐Ÿ˜†

Kita tinggu ya hasil resmi dari KPU nanti tanggal 22 Juli 2014๐Ÿ™‚

Monica Krisna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s