Ruby Rose – Break Free

article-2625892-1DBE056000000578-498_634x995 (1)

www.dailymail.co.uk

Siapa tuh Ruby Rose?

Ruby Rose adalah seorang perempuan dengan orientasi seksual Lesbian yang cukup terkenal di Australia karena dia juga seorang model dan DJ. Beberapa minggu yang lalu ia mengunggah sebuah video dimana kurang lebih bercerita peperangan batin seorang perempuan Lesbian dimana ia berpakaian dan berpenampilan seperti perempuan kebanyakan lainnya (re: lingkungan sosial menilai sebagai penampilan yang feminin) namun di sisi lain dia tidak pernah nyaman dengan penampilannya yang mungkin di mata semua orang begitu sempurna. Apa yang ia lakukan selanjutnya? Nonton videonya aja😀

Break Free – Ruby Rose

Berbicara tentang seorang Lesbian yang berpenampilan dimana masyarakat menilai sebagai penampilan yang maskulin, gue pernah diceritain sebuah cerita oleh sebut aja C. C adalah seorang lesbian yang udah coming out ke hampir semua teman-temannya. Menurut C, ketika memutuskan untuk jujur ke public maka coming out akan berjalan seumur hidup karena setiap hari setiap minggu setiap bulan setiap tahun pasti akan bertemu teman baru, partner kerja baru, dkk.

Suatu hari ketika C jalan dengan seorang teman lama yang tidak begitu dekat sebelumnya (Z), long short story ketika sedang membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan pacar/partner C mengatakan kepada Z “Hey… I’m Gay. Jadi kalo ditanya sekarang gue udah punya gebetan, gue punya tapi bukan laki-laki…”. Tentu reaksi Z ketika mendengarnya sangat kaget dan kemudian berbicara “Hah? Lo yakin? Tapi kok penampilan lo ga kaya ‘gitu’? Lo tau kan maksud gue?”

C cuma tersenyum dan membalas “Jangan stereotype Lesbian kaya gitu dong, Z. Gue gak punya dorongan di dalam diri gue untuk berpenampilan maskulin sih jadi masa iya gara-gara gue Lesbian terus harus berpenampilan maskulin? Hahaha” C bisa menjawab santai karena pertanyaan yang dilontarkan Z adalah sebuah pertanyaan yang paling sering ditanyakan ketika dia mengatakan bahwa ia adalah seorang Lesbian.

Sampai akhirnya C membuat kesimpulan ketika bercerita dengan gue bahwa :

“Bok! Kadang tuh ya gue berpikir bahwa butchy-butchy cepak di luar sana itu hidupnya jauh lebih enteng loh bok daripada yang kaya gue ini. Orang-orang melihat mereka juga udah tahu orientasi seksual-nya apa dan begitu mereka berani coming out, semua orang gak ada yang reaksinya “Beneran? Yakin lo?”. Sedangkan gue selalu harus menghadapi tanggapan “Yakin lo?” kemudian mereka pasti deh di awal menyimpulkan bahwa gue itu cuma lagi dalam fase kebingungan aja atau mungkin “Straight Curious”. Ngehek gak sih? Gue udah memberanikan diri untuk jujur eh malah kejujuran gue dipertanyakan kebenarannya? Jadi tantangan gue tuh bukan lagi berani jujur tapi bagaimana caranya meyakinkan orang-orang bahwa gue jujur dan bukan sekedar lagi kebingungan”.

Asli, mendengar cerita C gue langsung berpikir bahwa tantangan di kehidupan itu tiada akan ada habisnya. Merasa beruntunglah kalian jika sudah dapat menerima keadaan diri sendiri dan orang-orang dari sekeliling anda pun tetap support kalian bagaimanapun keadaannya. Karena banyak orang di luar sana yang sudah berani menyuarakan kejujuran namun orang-orang di sekelilingnya malah mengeluarkan reaksi yang sangat menyakitkan sehingga banyak remaja yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena merasa bahwa hidupnya sudah tidak berharga. Bahkan gue pernah membaca ada seorang perempuan yang coming out ke keluarganya kemudian justru keluarganya (entah ibu/bapaknya) menyuruh paman anak tersebut untuk menyetubuhi perempuan tersebut agar ia bisa merasakan bagaimana ‘hubungan’ dengan laki-laki dan berharap anaknya mengubah orientasi seksual.

SARAPOVA JIWANDONO!!!!!!!!!

Dunia kejam, eh? Untuk kaum Gay hidupnya cuma ada dua pilihan. Satu, lo berusaha membahagiakan seluruh orang di sekeliling lo dan kemudian berahir dengan lo merasakan kematian saat di kehidupan. Dua, lo berani untuk jujur dan menanggung segala konsekuensi atas kejujuran lo termasuk dihina, dibenci, dipandang sebelah mata tapi lo bahagia karena paling tidak lo sudah jujur baik kepada diri lo sendiri ataupun orang-orang di sekeliling lo. Pilih yang mana?🙂

Pesan gue cuma satu : Jangan jadi homophobia.  Lagipula biasanya homophobia itu gay in denial sik.😛

Monica Krisna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s