Nonton Mama Dedeh

__mendag-dalam-acara-mamah-dedeh-dan-aa-di-indosiar-3-1383728876

www.kemendag.go.id

Kemarin ini nenek gue sempet nginep di rumah karena sekarang dokter kulitnya di Rs. Puri tinggal ngesot kan tuh dari rumah akik. Seperti yang sudah gue bilang bahwa nenek gue adalah seorang muslim maka sudah tidak aneh ketika pagi hari dia lebih memilih nonton mama dedeh ketimbang berita๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Mau gak mau gue pun kebagian nonton kan karena nemenin nenek gue dan gue alhasil ngakak-ngakak bok. INI PADA KENAPA SIK EBEUS-EBEUSNYA? Pertanyaannya itu loh, yaolihโ€ฆ.

Gue sih masih gak gimana-gimana kalo ada yang tanya mengenai sodakoh (begini bukan tulisannya? CMIIW) ataupun dzakat walaupun di dalem otak gue mikir โ€œYaelaaaaah, kalo ga tahu mah googling aja. Jangankan masalah ginian, masalah jodoh aja banyak yang terpecahkan kok lewat internet!โ€ Hahaha.

Mulai ketawa-ketawa karena salah satu ibu ada yang tanya kurang lebih begini :

โ€œMah, saya sudah berbakti dengan suami selain selalu melayani juga saya ikut ngebantu-bantu cari nafkah dengan buka warung. Tapi kenapa ya ma suami saya sering keluar malam (merujuk ke kenapa ini laki kok gak betah di rumah), saya harus gimana?โ€

LAAAAAAAH?!?!?!?!?!?!

๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Maaf nih ya maaf, gue ketawa bukan karena masalah yang dihadapi ibu itu kok tapi lebih kepada pertanyaannya. Kenapa dia mempertanyakan masalah rumah tangga kepada seseorang yang bahkan tidak tahu secuil apapun detail kehidupan rumah tangannya? Kemudian masalah rumah tangga emang ada hubungannya sama Agama? I meanโ€ฆ emang menikah itu secara agama tapi menjalankannya apa iya menurut Agama saja? Enggak. Menurut gue menjalankan sebuah hubungan itu lebih kepada komitmen yang sudah dibuat masing-masing sebelum menikah. Ya gak sih? Jadi menurut gue lucu aja menanyakan masalah rumah tangga dengan Mama Dedeh. Hahahaha.

Kalo ada kejadian-kejadian/hal yang menurut gue lucu pasti sebelum nulis di blog gue tuh cerita dulu sama temen-temen gue, termasuk kejadian nonton mama dedeh ini. Si Nad setelah gue ceritain kejadian di atas malah ngomong :

โ€œItu mah mending! Dulu gue pernah nonton mama dedeh ada loh yang tanya โ€˜Mah, saya selalu ketiduran saat melayani suami sampai suami jadi marah-marah, saya harus gimana ya mah baiknya?โ€™โ€

AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA.

Ini kenapa sik bok ibu-ibunya jujur banget?!๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Masalah ranjang ditanyain di acara yang berbau keagamaan? Disiarin pula se-Indonesia. God bless you! Hahaha.

Mana yang lebih mencengangkan adalah ketika tahu dari nenek gue bahwa pengajian ibu-ibu ini dari jauh loh, bukan dari daerah Jakarta maksudnya. WOW! Niat ya? Hehehe. Kalo kuis masih masuk diakal untuk gue melihat seseorang rela dari tempat yang jauh untuk datang karena kan berhubungan dengan uang, tapi kalo acara seperti ini gue gak ngerti karena mikir โ€œMasa iya sih di daerah rumahnya gak ada petinggi agama yang mumpuni untuk bisa memberikan ceramah?โ€ Toh semua ceramah/nasihat yang keluar dari petinggi agama baik dari agama apapun itu menurut gue sama karena bersumbernya pada kitab suci jadi tentu misalkan lo menanyakan masalah A kepada petinggi Agama B atau petinggi Agama C pasti solusinya juga gak jauh-jauh dari D. Iya kan?

Satu-satunya hal yang memikat umat/jemaah kepada satu petinggi agama dibandingkan petinggi agama lainnya itu jauh lebih kepada bagaimana cara petinggi agama tersebut menyampaikan. Jujur, gue sendiri gak terlalu suka dengan cara menyampaikan ceramah (apapun itu lah namanya) yang diselipi banyak humor. Karena gue mikir ceramah itu bukan masalah enak didengarkan atau bukan tapi lebih kepada apa yang disampaikan sudah benar atau tidak untuk diterapkan dalam kehidupan? Thatโ€™s why kalo disuruh menilai siapa petinggi agama Islam yang patut dicontoh itu menurut gue adalah Quraish Shihab. Dese gak pernah sekalipun menyelipkan humor (karena menurut gue masalah apapun yang berbau Agama itu gak ada yang lucu #oops) dan yang lebih penting ia gak mengingkari apa yang sudah pernah ia bicarakan kepada jemaah-jemaahnya. *melotot-ke-AA-Gym* Aa, aku liat loh tab favoritenya. HIH.

Ceramah agama apapun menurut gue sebenarnya bersifat universal karena Tuhan kita cuma ada satu, cara berdoanya aja yang berbeda-beda. Jadi gue gak pernah masalah tuh nonton/mendengarkan ceramah dari petinggi Agama apapun selama menurut gue isi materinya memang baik untuk diterapkan.

Kok jadi serius gini ya isinya?๐Ÿ˜€

Monica Krisna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s