Dese Homo!

Pagi-pagi buta gue terbangun dan langsung mengambil laptop di meja. Setelah laptop udah nyala dan internet udah connect gue mencoba login Line. TARAAAAAA! Banyak messages yadda yadda yadda mulai dari skala penting banget, penting, kagak penting, kagak penting-penting amat, sampe ke GAK PENTING DEH LO TAPI BERHUBUNG LO ORANG YANG NGOMONG JADI PENTING! Hihihihi.

Dari banyak messages Line yang gue dapet salah satu temen gue chat yang memberi informasi bahwa…. “si A itu homo mon! Wkwkwk” disertai screen capture bukti hasil investigasi social media

Hmm…

[1] Apa yang lucu? Tertawa akan orientasi seksual orang lain itu lucu? Hmm…

[2] Gue udah tau A itu Gay bahkan dari pertama kali ketemu. Gay radar gue gak pernah salah tapi….. apakah sopan berkoar-koar ke orang lain? Biarkan si A yang memutuskan kapan waktu yang tempat, em?🙂

[3] Biarkanlah ya bok orang mau suka sama siapapun. YAUDALAHYA…… ini 2015 loh! Mau sampai kapan kita punya pemikiran laki harus sama perempuan?

[4] Please, jangan bawa agama di depan gue! Agama mah cukup jadi urusan Tuhan sama setiap umat-nya sendiri.

Temen gue ini anaknya baik gilak, type temen yang kalo kita butuh dia pasti ada deh. Jangankan pas lo butuh, pas lo gak butuh aja dia muncul membuat haha hihi. Gue jadi mikir “Orang jijik biasanya karena faktor tidak tahu dan belum terbiasa kan?” Pada akhirnya gue cuma ngomong sama dese “Eh, gue gak masalah kok kalo A itu Gay. Coba deh nilai dia dari sikapnya gimana bukan dari orientasi seksualnya…”

Asumsi gue ini semua karena si A yang gemar upload photo hadiah dari pacarnya di Path yang disertai hashtag inisial nama pacarnya. Orang di sekelilingnya yang ingin tahu dengan gampang tinggal liat siapa yang view post & kasih love/emot di postingan A, tinggal cari deh siapa nama orang yang inisialnya sesuai dengan yang ditulis. Logikanya, gak mungkin dong kita udah upload segitu macemnya tapi orang yang kita tuju untuk melihat gak ada di friend list kita? AND TARAAAAA! Begitu di cari tau lebih lanjut di social media lainnya si (yang diduga) pacar A juga menulis inisial nama A.

Kalo ini dilakukan untuk konsumsi sendiri sekedar untuk menjawab pertanyaan “Siapa sih bok pacar dese?” buat gue itu sah-sah aja toh banyak orang juga yang melakukan ini. Hal yang menurut gue udah salah adalah menyebarkan hasil kepo lo ke semua orang disaat sebenernya yang berhak cuma the one and only A.

Udahlah bok. Serius deh. Biarkan orang menyayangi orang yang mereka pilih mulai saat ini. Lo mau mempermasalahkan juga ada untungnya emang? Dapet undian 10  milyar? Kan enggak yah….🙂

Monica Krisna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s