Tahu Batasan

Gue tuh walaupun punya rasa ingin tahu sangat besar tapi gue selalu berusaha untuk tidak melewati batasan-batasan yang ada, kecuali orang tersebut yang mau sendiri untuk memberi tahu. Soalnya prinsip gue sendiri adalah gue gak tahu gak bikin hidup gue kenapa-kenapa dan kalopun gue tahu, gak mendapatkan keuntungan apa-apa juga.

Contoh banget nih. Temen gue punya pacar yang 12 tahun lebih tua. Kalo gue gak tahu batasan pasti deh gue kepo tanya-tanya ke diana “Kok lo mau sih sama yang jauh lebih tua gitu?” “Ketemu dimana emangnya sama dese?” yadda yadda yadda. Tapi, selama ini tiap kali orangnya bercerita tentang pacarnya yaudah gue dengerin aja dan gak sedikitpun ada rasa pengen tahu apalagi tanya-tanya yang berhubungan dengan privacy hubungannya. At the end, berjalannya waktu orangnya sendiri yang cerita detail tanpa gue tanya. See? Hahahaha.

Kemarin pas lagi ngopi sama Ratu Elizabeth, dia cerita “Waktu itu nongkrong sama si Anu ono ini ene masa gue ditanya-tanyain sistem gaji gue gimana lah gini lah gitu lah. Duh…. kepo banget. Gue tanya sih sama si C kok, kenapa anu ono ini ene tanya-tanya gue kaya gitu? Kata C mereka emang orangnya emang interest sama pekerjaan gue makanya tanya detail….”

Kalo gue ada di situ pasti deh gue langsung kirim Line ke Ratu Elizabeth “Aduh…. pertanyaannya kepo banget!!!! Kita tinggalin yuk kemana kek gitu….” Hahahaha.

Suka bingung sama orang-orang yang mempertanyakan gaji seseorang sih. Tujuannya apa? Kalo udah tau keuntungannya apa? Emang lo bakal dibagi sepuluh persen dari gajinya, gak kan? Hahahahaha. Atau pengen membandingkan, gaji lo sama gaji tuh orang gedean mana? Insecure amat lo jadi orang! Hahahahaha😆😆😆😆

Gue aja yang udah kenal Ratu Elizabeth dari SMA sampe sekarang udah kerja gak pernah mempertanyakan “Eh cong….. gaji loe berapa sih? Ada dua digit gak?” NGAPAINNNNNN?????? Motivasinya apa gue tanya hal-hal kaya gitu? Hahahaha. Pas tau dese udah kerja di maskapai burung Garuda ya aku ikutan seneng lah sebagai sahabat dese, tapi bukan berarti semua hal tentang dia harus gue tau kan? Kalo orangnya emang mau sharing, dia pasti akan cerita dengan sendirinya kok. Ujung-ujungnya dia cerita sendiri gajinya berapa, kebutuhan dia apa, planning tabungannya gimana yadda yadda yadda padahal gue gak pernah tanya-tanya sama sekali.

Ratu Elizabeth udah dalam tahap males menanggapi pertanyaan orang-orang jadi kalo ketemu orang yang udah lama banget gak ketemu terus tiba-tiba ketemu dan gak deket-deket amat dan ditanya kegiatannya, dia bilang kalo dia itu……………………………….. SPG!!!!!! Auahahahahahaha.😆😆😆

Kalo pengalaman gue sih yang serupa dengan Ratu Elizabeth adalah ditanya “Kuliah di mana?” begitu gue jawab nama universitasnya, dilanjutkan dengan pertanyaan “Di situ per semesternya berapa?” REALLY? R E A L L Y? Dan percayalah bahwa gue tahu motivasi di balik pertanyaan ini. Gak jauh-jauh dari orang tersebut mau mengukur gue datang dari keluarga yang tingkat financialnya seperti apa. Hih! Banyak loh pertanyaan-pertanyaan yang jauh lebih berbobot dalam basa basi, tanya kek gue ambil Jurusan apa, tanya kek gue semester berapa, tanya kek gue di Universitas yang ada di mana secara kampus gue punya banyak gedung kampus. Ya kannnnn?

At the end, pertanyaan yang lo keluarkan dari mulut lo secara tidak langsung menggambarkan diri lo concern terhadap hal apa loh di dunia ini. Dan masih banyak hal di dunia ini yang bisa dijadikan topik pembicaraan selain kondisi financial. Serius.

Monica Krisna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s