BOIKOT STARBUCKS

Gue bingung sama Fahira Idris dari dulu kok selalu cari sensasi, semua hal kayanya nggak layak di mata dia khususnya LGBT apalagi pendukung LGBT community. Di saat semua orang-orang nyinyirin tweet Fahira Idris yang ngajak orang-orang untuk boikot Starbucks karena Starbucks mendukung LGBT community, gue justru kasihan sama Fahira Idris. Nah ini dia nih…. Gue udah sampe titik di atas kesel, marah, apalagi benci makanya cuma bisa kasihan. Hahahahaha 😆 😆

Ya gimana gue nggak kasihan?

150112110823-lgbt-starbucks-1024x576

Source

Starbucks mendukung LGBT community tuh bukan hal baru dan bahkan gue dari tujuh tahun lalu sebelum tahu apa itu LGBT ya udah tahu kalo kedai kopi kapitalis berlambang ikan duyung ini memang support Gay. Kalo emang kontra, kok baru sekarang sihhhhhh???? Kalo emang dia ngelakuin ini atas dasar “agama”, kok baru tahun 2017 bu? AUAHAHAHAHAHA. Makanya alih-alih marah, gue justru kasihan.

Gue tentu dong menolak keras-keras boikot Starbucks selain karena emang pada dasarnya gue pendukung LGBT community (yaiyalah!!!!! Auahahaha), gue juga punya beberapa alasan yang lebih kuat lainnya yaitu:

[1] Starbucks Enak Buat Kerja

CTmQie4UAAAqkVj

Ibu Fahira Idris, waktu saya dulu masih jadi mahasiswa magang di Digital Advertising Agency pernah diberi kesempatan untuk handle salah satu brand kopi yang punya tagline “Bongkaaaar…. Bongkaaarrr” itu loh bu. Jadi lah, sejak saat itu saya diharuskan research sedikit banyak tentang kopi termasuk kedai kopi di Indonesia untuk kepentingan konten social media.

Kenyataannya, berdasarkan riset lho bu (saya ngomonginnya udah riset lho bu bukan sekedar mitos apalagi persepi auahahaha) bekerja di kedai Kopi seperti Starbucks yang secara otomatis kita selama di sana sudah pasti mendengar bunyi mesin kopi dan mencium bebauan kopi efeknya sangat baik sekali untuk otak( bisa baca di sini), jadi lebih produktif dalam bekerja bu. Makanya bu, banyak orang yang kalo udah suntuk kerja di kantor pasti larinya ke Starbucks. Atau yang mau brainstorming sama client ya nggak jauh-jauh dari Starbucks.

Starbucks_Coffee_PR_IcedCaffeLatte

Iced caffe latte ini enak banget lho bu kalo sambil nyemilin panini 😛

Kedai kopi lain sih banyak ya bu cuma gimana dong bu saya udah terlanjur suka sama iced caffe latte Starbucks nih. Di kampus pun kedai kopi yang ada cuma Starbucks. Nanti, kalo diboikot orang-orang yang biasanya kerja/nongkrong ke Starbucks musti pindah kemana bu?

[2] Wi-fi Starbucks Terhitung Cepat

wifi-starbucks

Semua orang zaman sekarang pasti butuh wi-fi cepat termasuk mahasiswa kaya saya bu yang punya tugas segambreng dan satu tugas pun musti liat banyak sumber, tentu butuh koneksi internet yang lancar.

Saya ingat betul bu, lagi-lagi zaman saya masih jadi mahasiswa magang di Wisma 77 Tower 2 tahu-tahu koneksi internet kantor saya mengalami gangguan. Namanya juga kerja di Digital Advertising Agency, semua butuh internet tho maka berbondong-bondonglah isi kantor (termasuk saya) bawa laptopnya turun ke kedai kopi putri duyung yang ada di lantai 1 untuk menyelesaikan pekerjaan dengan bantuan koneksi wi-fi Starbucks.

Saat kembali lagi menjadi mahasiswa yang sehari-harinya ada di kampus pun yang banyak tugas/ujian, tentunya saya butuh koneksi internet karena semua tugas/ujian saya ada letaknya ada di website internal universtas. Mau kerjain di perpustakaan nggak boleh bawa makanan & minuman, ya saya otomatis larinya ke Starbucks dong.

Secara tidak langsung, Starbucks membantu produktivitas orang-orang kantoran dan mahasiswa kaya saya bu. Makanya…….. sekarang kalo ibu lihat di gedung perkantoran/universitas sudah banyak yang memiliki Starbucks di dalamnya. Awal-awal melihat pasti kita mikir “Alaaaaaah….. mau ngeruk banyak duit!!!” padahal ya setelah dipikir-pikir banyak juga faedahnya Starbucks dalam hidup kita termasuk ibu. Hahahahahahaha.

[3] Starbucks Membantu Mahasiswa/i Indonesia

about-us-career-center-landing_tcm33-1546_w1024_n

Banyak banget mahasiswa/i di Indonesia yang jadi part time barista di Starbucks entah itu buat nyari uang tambahan atau emang buat nambah-nambahin buat bayar uang kuliah. Kalo ibu berpikir buat boikot Starbucks di Indonesia, mungkin ibu Fahira Idris cuma berpikir ingin membela “Agama” padahal secara tidak langsung ya ibu membuat orang-orang yang kerja di Starbucks jadi jobless termasuk baristanya yang kebanyakan juga masih menyandang status mahasiswa. Masa iya sih bu, ibu lebih suka orang-orang yang seumuran saya menganggur di rumah atau kerjaannya cuma mengandalkan orang tua aja dibanding kerja cari uang pakai keringat diri sendiri? 🙂

Satu pesen saya lagi bu, udahlah berhenti urusin LGBT Community di Indonesia apalagi sok-sok mau boikot organisasi yang merangkul LGBT Community. Masyarakat Indonesia udah mulai banyak yang intelek, alih-alih setuju sama ide ibu justru malah semua langsung berlomba-lomba menyerang ibu Fahira Idris lho. Mana segala sesuatu yang di internet itu sulit dihapuskan lagi, masa sih ibu mau 20-30 tahun ke depan cucu cicit ibu tahu dari internet kalo oma-nya/nenek-nya itu gemar menebar kebencian di internet? Hehehehe.

Monica Krisna

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s