Berubah? Emang Power Ranger?

kamu_berubah____by_dezinfectant-d5sr2ir

dezinfectant.deviantart.com

“Dia berubah”

Sebut saja A yang menganggap temannya yaitu B beberapa belakangan ini mulai berubah.

What do you expect?

Gue pikir di dunia ini gak ada yang bersifat konstan. Apalagi yang namanya manusia. Hari ini masih netek di tetikadi emaknya beberapa tahun kemudian udah bisa netekin anak orang, ya kan? Perubahan itu pasti ada kok, masalahnya kita mau menerima apa enggak.

Kalaupun suatu saat temen/seseorang (dalam kondisi hubungan baik) tidak selalu ada untuk kita lagi itu artinya… emang lo berdua bukan ada di jalan yang sama lagi. Walaupun ada di jalan yang berbeda, gak menutup kemungkinan kan 20KM lagi lo bakal ada di satu titik yang sama? Lagian tenang aja sik… selama lo bersikap baik dengan seseorang gue yakin kok dia gak bakal pergi dari hidup lo. Banyak orang bilang “habis manis sepah dibuang” Well, kalo menurut temen lo, ngana masih mempunyai rasa “manis” gak bakal dibuang kok. Tapi kalo apa yang dirasain temen lo udah hambar masa iya gak dibuang? Manis kagak bikin mulut capek iya! Ini kalo kejadiannya udah separated ya🙂

Sepanjang pengamatan akik apa yang dinilai berubah selama ini adalah ketika seseorang mulai memilih bermain dengan oknum lain ketimbang dirinya lagi dalam beberapa kesempatan. Pertanyaannya adalah…

APAKAH SEBUAH PERTEMANAN YANG BAIK ITU DITANDAKAN DENGAN SELALU TERLIHAT BERSAMA DI SETIAP KESEMPATAN?

Gue Taurus loh yang katanya paling posesif dan cemburuan tapi begitu dihadapkan dengan kejadian seperti itu reaksi gue adalah S A N T A I. Kenapa? Ya bok, gue kan sayang sama dese masa kalo sayang gak mau sih orang yang kita sayang banyak juga yang nyayangin di luar sana? Dan alasan yang paling mendasar adalah gue males aja dikekang sama seseorang/suatu hal. Karena gue ingin diperlakukan seperti itu maka gue pun memperlakukan orang-orang di sekitar gue pun begitu adanya. Bener kan pemikiran akik?

Kalo lo sering bertanya-tanya “Gue kurang apalagi sih jadi temen?!” jawabannya adalah KEKURANGAN LO BANYAK BANGET!!! Ibaratnya temen lo adalah sebuah masakan dan lo itu (bahan utamanya) daging. Apakah sebuah masakan itu akan enak dengan hanya mengolah daging ‘thok di dalam penggorengan? Yaudah pasti enggak! Di dalemnya pasti ada gula, garam, santan,  bawang putih, dll. See? Selama ini lo merasa superior (MERASA YA entah temen lo bagaimana pendapatnya) nomor satu dalam hidup temen lo, apa aja bisa lo perbuat untuk dia, kenyataannya? Kehadiran lo doang di dalam  hidupnya gak cukup. Bukan karena temen lo orang yang gak pandai berpuas diri, tapi karena emang untuk menjalani kehidupan yang seimbang seseorang gak bisa cuma bergantung dengan kehadiran satu orang doang.

Lo rasanya “manis”. Okay… apakah “manis” aja udah cukup? Ya enggak… tiap hari diempanin rasa “manis” pasti lama-lama juga giung. That’s why temen lo butuh juga rasa “pahit” “asam” “pedas” “asin” untuk menyeimbangkan rasa di lidahnya.

Paham? *gaya-ibu-negara*

Temen itu gak bakal pernah merasa cemburu kok apalagi merasa takut orang yang dia sayang bakal diambil orang, kecuali… ngakunya temen padahal demen! *kikirkikirkuku*

Be very selective when it comes to choosing friends. People now a days don’t know the true meaning of friendship

Monica Krisna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s